Rabu, April 30, 2008

SELAMAT SGBC

Cerita ini dikutip dari milisnya SGBC "SELAMAT SGBC" dari Bapak Bakri Ketua Persyarikatan Onthel Lampoeng (POL)

Selamat atas terbentuknya SGBC yang dipromotori oleh Sahabat lamakuBp. Afifi Lubis, semoga bertambah terus anggotanya.Benar cerita Bp. Afifi Lubis, begitu aku lihat di Milis Sepeda WordPress berita SGBC dan dimotori oleh Bp. Afifi Lubis aku langsungmencari nomor telepon Bp. Afifi lubis dengan menanya kepada sahabatkuyang sudah seperti adikku karena aku dulu selalu dirumahnya bermaindengan abangnya (Pardinal) yang saat ini menjadi istri Bp. Afifi danlangsung tali bersambut kami telah lama sekali tidak bertemu munginlebih dari 15 tahun mungkin ada 20 tahun dan aku sangat bersyukurbisa berkomukasi walaupun melalui telepon.Saat ini aku sangat bangga begitu melihat di Sibolga telah terbentukSGBC, walaupun kini aku jauh berada di Bandar Lampung (ujungSumatera) namun jiwaku tetap merasa masih anak SIBOLGA dan inginmendaftar sebagai anggota SGBC, sekarang aku di Lampung membentukwadah perkumpulan sepeda tua (POL) Persyarikatan Onthel Lampoeng dandipercaya sebagai ketua.Mudah mudahan SGBC tetap jaya, dan apabila ada waktu aku akan keSibolga dan ikut ngontel bersama SGBC.Salam dari Bakri (Kiyuk) Lampung.

Label:

Sabtu, April 26, 2008

Futsal

Sabtu pagi, 26 April 2006 cuaca begitu cerah dan ramah, secerah hati dan perasaan rekan-rekan yang akan melakukan pertandingan futsal di Lapangan Stadion Horas Sibolga. Pagi ini rekan-rekan kerja sepakat untuk mengadakan pertandingan futsal persahabatan. Tim Perkantoran Jl Sutomo (Sekretariat,Bappeda) dimotori oleh Ogek Iwan sedangkan Tim Perkantoran Jl.FL.Tobing (BKD, Disperindag, Parbud, minus Dinas Sosial) dikomandoi Ogek Zaitul Ikhlas. Laga persahabatan ini sebelumnya telah disepakati dengan pembicaraan mendalam oleh Ogek Iwan dan Ogek Zaitul Ikhlas, maksudnya sich untuk meningkatkan tali persahabatan di antara rekan semua selain membugarkan badan.

Jam 09.05 perhelatan dimulai. Tim Jl. Sutomo diperkuat oleh pemain-pemain ala kadarnya yakni Monarizal, Ihsan, Donal, Hamdan, Edi, Iwan, Andry, Amir Hamzah, Abdul Halim, Rio Torusso ditambah beberapa pemain cadangan yang siap-siap menggantikan pemain yang sudah ngos-ngosan. Gagahnya tim ini ditambah dengan tampilan kustom warna merah menyala, menyiratkan berani membela yang bayar (eh salah membela yang benar). Memang ada juga sich beberapa orang gak punya kostum seperti Ogek Monarizal tapi tampilannya tetap ok juga.

Tak mau ketinggalan Tim yang dikomandoi Ogek Zaitul Ikhlas mempunyai personil yang gagah perkasa pula dan sudah teruji kekuatannya.He...he.e..ee.e. he.e.e..e (becanda nech).... Wandi, Zaitul Ikhlas,Adi, Fazrin,.Edison, sebagai kiper adalah Anto. Jadi mereka hanya punya satu orang pemain cadangan. Menurut Ketua Tim ini ketika dikonfirmasi banyak lagi pemain yang harus datang, namun karena ketiduran sampai pagi ini belum nongol di lapangan beton ini. Wah....gawat kalau pemain gak tepat waktu bisa rusaklah strategi permainan nech guman salah seorang tim Jl. FL.Tobing. Saat diperhatikan di lapangan memang tidak terlihat Ogek Tarmizi, ama Gunawan yang merupakan tim spesialis pencipta gol kemenangan dari BKD, juga cewek-ceweknya kemana ya…???

Oper ke sana, tendang ke mari dug..dug.... dug.....kejar lagi cus.....cus.... Semua pemain bersemangat mengejar, menendang ke gawang pihak lawan. Napas terengah-engah dan keringat bercucuran deras seperti air sungai Aek Doras. Ogek Monarizal tak mau ketinggalan mengejar bola, Begitu pula Hamdan dengan gaya yang khas menggiring bola dan menerobos pertahanan lawan. Ogek Zaitul Ikhlas juga beraksi menerapkan strategi yang direncanakan menerobos gawang. Matahari semakin terik memancarkan cahayanya hal ini juga semakin memacu semangat Edison, Fajrin dan kawan-kawan mempertahankan harga diri mati-matian.

Ihsan dan Abdul Halim yang merupakan ahli TI menerapkan teknik-teknik bermain bola yang diaplikasikan dalam futsal dengan gerakan antusias dan manis. Permainan terbaik ditampilkan kendati hangok udah ngos-ngosan.

“Kejar lagi...ayoo...!!!,”teriak mereka bersahut-sahutan.

Di babak Pertama Tim Perkantoran Jl. Sutomo yang dikawal oleh Edi kebobolan sebanyak 3 kali maklumlah pengantin baru komentar rekan-rekan seprofesi.Tim Perkantoran Jl FL.Tobing yang dikawal oleh Anto cuma jebol sebanyak 2 kali. Tampak raut kegembiraan dari pemain-pemain Perkantoran Jl.FL.Tobing, sebuah senyum kemenangan. Bendera kemenangan sedikit lagi akan berkibar.Minuman khas kebanggaan POCARI SWEAT segera dihidangkan untuk menambah tenaga.


Sungguh kontras dengan Tim Perkantoran Jl. Sutomo mereka hanya minum air aqua gelas yang dibeli oleh Arman pada saat turun minum itu pun setelah mengunggu lama. Salah seorang teman malah mengoceh kalau cuma minuman begini di lapangan Simaremare pun ada “Air Siap Minum” gratis lagi. Kasian dech teriak yang lainnya.

Pertandingan dilanjutkan di babak kedua. Di luar dugaan air aqua gelas yang disikat habis ternyata berdampak spontan seperti doping memompa semangat juang Tim Perkantoran Jl.Sutomo. Seluruh tenaga dicurahkan, lari tambah kuat seperti kijang, penglihatan dipertajam seperti mata elang, tendangan digerakkan seperti kaki kuda, suatu fenomena alam yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Gol.....gol..................gol.................. gol...........!!!,” teriak penonton.

Hore....hore....hore....!!!!

Ogek Amir paling kuat teriakannya, juga Johannes Panjaitan,Putra, Dian (Naid) tak mau ketingalan mereka melompat-lompat kegirangan sampai gak sadar celana pendek udah kedodoran. Biasalah memang begini kalau udah menang, koar-koarnya makin kencang seperti halilintar menggelegar, padahal kalau kalah wahh…payah dech mulut tuch terkunci kayak digembok. Pulangpun lari diam-diam gak permisi ama rekan-rekan.

“ “Prii..............ttttttttttttttttttt..........prii...................ttt.....prit,” terdengar dengan kuat bunyi sempritan wasit menyudahi pertandingan, sambil mengangkat kedua tangannya.

Hasil akhir 6 : 4 kemenangan untuk Tim Sekretariat/Bappeda. Suatu pertandingan persahabatan yang sangat baik, serta berakhir tanpa kerusuhan. Ini pertandingan paling spektakuler untuk menjadi contoh pertandingan selanjutnya, ya...tanpa kerusuhan... tanpa kerusuhan…tanpa kerusuhan…..!!!

Informasi yang beredar terakhir dikabarkan pertandingan ini akan berlanjut kembali, Kini Ogek Zaitul Ikhlas dan Ogek Iwan lagi menyusun jadwal.

Katanya Tim Kecamatan Sibolga Selatan menantang.

”Ayo..ada minat yang menguji kekuatan Tim Perkantoran (Sekretariat dan Bappeda)….. ???"

“Kenapa Tim Perkantoran Jl. Fl Tobing harus mengalami kakalahan, apa masalahnya...padahal selama ini terkenal sebagai tim yang tangguh???”

“Kenapa penonton tidak rusuh…???”

“Apa ada komentar pertandingan dari pemain, penonton atau penikmat futsal..???”

“ayo tuliskan disini...!!!”

Label:

Kamis, April 24, 2008

eeh...... ketemu lagi...!!

Ini kisah yang ditulis oleh Wakil Walikota Sibolga, Bapak H. Afifi Lubis, SH
dikutip dari milisnya SGBC














Kuaget campur gak nyangka kalau SGBC udah mendunia,bahkan udah jadi
sarana mempertemukan sahabat yg udah lama gak
ketemu. ceritanya begini ..... Rabu
23042008 at 10.00 Wib, ring tone SMS nyalak isinya :"Pak,aku lihat
di wordpress nya internet, di sibolga ada SGBC,kita punya hobby yg
sama". Aku ragu kalo yg ngirim tu my friend yg di Bandung yg udah
lama gak ketemu (15 Taon). eehh.. ternyata benar.. dia BAKRI, kini
gak di Bandung lagi tapi udah di Lampung. Aku tanya ke dia "Tumben
koq bisa ngubungin, angin apa yg buat". jawabnya "KERETA ANGIN"
alias sepeda gaeck. Ternyata dia ngakses di internet di wordpress
dia lihat aku begitu gagah diatas kereta angin.dan katanya dia juga
members sepeda gaeck yg tergabung dalam POL (Persyarikatan Ontel
Lampung). lantas buru-buru aku buka wordpress.. Oh..my God,
ternyata benar.. SGBC udah mendunia dan udah mempertemukanku dgn
sahabat lama yang udah putus komunikasi.Aku gembira dan bahagia
banget Bah .......... Thak's and congratulation for the all
members, especially for HALIM CEKING, BUDI KACAMATA,PUTRA UPTSP and
FACHRI AYAT-AYAT CINTA. yang udah kerja keras nyusun milis and
bahkan nyusup ke FLIKR dll. manfaat nyata dari SGBC dan IT mulai
terasakan secara perlahan, seperti kata FACHRI :"IT ini perlu
dibudayakan" setujuuuuuuu.... Boss...But, kamu percaya jodoh kan
Fachri.. seperti Mesir dan Nil yg gak bisa dipisahkan.
BRAVO SGBC... Wujudkan dunia tanpa polusi.

by : afifilubis

Label:

Selasa, April 22, 2008

gie iseng aZa


ini kisah yang ditulis oleh Wakil Walikota Sibolga, Bapak H. Afifi Lubis, SH
dikutip dari milisnya SGBC

SGBC members i have one story for u u pada sadonyo
Para members tahu kagak? kalo ada salah satu dari members SGBC
yang ketika bertualang berburu gaeck bicycle, yang petualangannya
ampe ke tanah Barus nun jauh disono, dengan bangga dan dengan
pongahnya ngakuin bahwa gaeck bicyclenya didapat dengan harga yang
gak bolongin kantong alias.. murah bangettt.....
percakapan ini berlangsung pada suatu malam di Sibolga
Square,sambil nyeruput bandrek campur susu coklat.. slurpppppp.....
Malam itu tuh ada pembina, sang ketua "a'a Safwan", sang bidang
provokator"yosua si penyanyi cilik", Topo yang members,and yang
punya cerita, sang anggota dengan inisial "CA".
Katanya barang murah toe si dia peroleh dari seorang paralong-
along, so gaeck bicycle ntuh sepanjang sejarah hidupnya penuh dengan
penderitaan untuk ngangkat pisang, karambi, n digunakan untuk dagang
ikan keliling kampung, mulai dari pasar tarandam, kampung Solok,
Kinali, Kade gadang, sampe ke Sorkam, bisa dibayangin kan para
members penderitaan gaeck bicycle tuh???????????????.. berarti
bicycle itu punya sejarah masa lalu yang hitam.
Sang ketua lantas komentar kalo model bicycle kayak getooo gak
dibayar juga aku gak mau, abis masa lalunya kelam.Harusnya masa lalu
gaeck bicycle kita punya sejarah nan indah, for example ex noni-noni
Belanda, ex tuan demang di kebon, paling kecil ex Umar Bakri di
STOVIA, itu baru OOKKK, bukan ex paralong-along.
Kayak beli kijang kapsul, ex punya wakil kepala BI, tentunya lebih
punya nilai dibanding ex taxi 28, walau sama-sama kijang kapsul.
Sang anggota "CA" akhirnya hanya bisa mesem, yang laen pada
ngakak.Makanya coiiyy, sejarah hitam gak usah diceritain
Cherioooouuu......

dikutip dari : http://groups.yahoo.com/group/sgbc_sibolga/
by : afifilubis

Label:

Jumat, April 18, 2008

Langkah kecil di persimpangan jalan



Langkah kecil bocah imut menapaki jalan kehidupan di persimpangan jalan……!!!

Label: ,

Suka Duka Pencari Sepeda Tua

Dengan Modal pengetahuan yang minim tentang sepeda tua dan berbekal refrensi dari membaca sana-sini dan membuka situs-situs tentang sepeda di internet kami bergerak dari Sibolga sekitar jam 11.00 Wib. Dengan menggunakan mobil Bang Monarizal, kami menjemput Iwan di kediamannya di Jl. SM Raja dan menyinggahi Kak Ramlah di Simpang Jalan Murai. Pak Amir dan Istri sudah mendahului berangkat menuju Sibabangun dan direncanakan menunggu di Lopian dekat galon minyak sesuai dengan kesepakatan yang telah dikonfirmasi melalui HP.

Sesampainya di daerah Lopian mobil yang dikendarai Bang Rizal bergerak pelan, tujuannya agar kami dapat mengetahui keberadaan Pak Amir dan Istri yang telah menunggu kehadiran kami. Dari kejahuan tampak mobil warna abu-abu silver. Wow...itu mobil Pak Amir. Kami berhenti dan singgah di warung pecal yang tidak jauh dari galon minyak Lopian, tampak Pak Amir menyambut dengan senyum persaudaraan. Tanpa basa-basi kami memesan pecal untuk mengganjal perut karena sudah mulai kerocongan. Ternyata pecalnya lumayan nikmat juga rasanya, bisalah untuk sekedar menjaga kesehatan. Tak terasa pecal habis dilahap tanpa sisa, ditutup dengan air teh manis hangat.


Perjalanan dilanjutkan kembali..., karena menggunakan dua unit kenderaan dan agar timbul keseimbangan penumpang saya berpindah ke mobil Pak Amir, sedangkan Iwan tetap bersama Bang Monarizal dan Kak Ramlah. Kami bergerak ke arah Lopian, dan berhenti di rumah salah seorang rekan yang menginformasikan adanya sepeda tua yang akan dijual oleh pemiliknya. Ibarat intelejen sambil berbasa-basi sedikit Kak Ramlah, bergerak cepat memberi salam dan menyusup ke kediaman pemilik sepeda tersebut. Kami menuggu dipinggir jalan dengan pertimbangan agar tidak terlalu membuat heboh tuan rumah dengan tujuan seolah-olah kedatangan utama bukan mencari sepeda tapi hanya sekedar berjalan-jalan, maklumlah strategi agar harga jual sepeda tidak dinaikkan. Seolah-olah tak butuh padahal butuh betul.

Tenyata pemilik rumah sangat ramah dan familiar menyambut kedatangan Kak Ramlah. Setelah menguasai keadaan Kak Ramlah memberi kode kepada kami dengan sedikit teriakan, dan kami segera bergegas menuju rumah itu. Tampak kerumunan dari pemilik rumah dan tetangga memperhatikan tingkah laku kami, mungkin aneh menurut pandangan mereka gaya pembawaan kami. Sekejab itu pula tuan rumah memamerkan sepeda warna hitam yang akan dilego dengan balutan tali plastik di stang dan di sadelnya. Entah apa maksud dari pemilik sepeda mengikatkan tali itu, mungkin itu tali saksi cinta pemilik sepeda sewaktu remaja tempo doloe

Bila diperhatikan sekilas dari sepeda itu, aura penderitaan terpancar melalui cat warna hitam yang sudah buram, karat serta debu laksana bedak yang digunakan seorang nenek tua kempot. Mungkin sepeda ini sudah tidak lama diacuhkan oleh tuannya, sungguh malang benar nasib jadi sepeda tua. Kedua bannya masih utuh, tapi roda depan tidak lagi memiliki sayap, dibagian belakang masih terlihat boncengan serta sayap penahan air. Kedua pedal yang digunakan untuk mengayuh juga tidak lengkap lagi alias sudah hancur-hancuran, mungkin kalo digunakan di jalan menanjak di sekitar daerah kilometer 14 alamat lepaslah dengkul nech...!!!

Bangku atau sadel sama saja parahnya dengan kelengkapan sepeda sebelumnya yang sudah diceritakan di atas. Kalau digunakan dimalam hari di jalan menurun lebih parah lagi karena sepeda ini tidak dilengkapi dinamo sebagai sumber tenaga lampu penerangan di malam hari dan tak pula memiliki rem penahan laju, bisa-bisa langsung masuk ke jurang,. Alamak.....sakitnya....penderitaan nich....!!!!

Iwan yang memiliki pemahaman lebih banyak tentang sepeda dari kami segera melakukan pendeteksian secara mendetail. Sepeda diraba dan diperiksa dengan seksama oleh Iwan, sesekali Pak Amir dan Bang Monarizal tampak pula dengan serius meneliti setiap jengkal dari sepeda yang dipertontonkan oleh pemilik rumah. Bu’Amir dan Kak Ramlah pun tak mau ketinggalan dalam memberikan komentar serta masukan tentang merk sepeda pujaan untuk suami idaman.

Setelah memakan waktu yang cukup lumayan lama, sebagai rekan yang lebih berpengalaman saudara Iwan mengambil kesimpulan bahwa sepeda itu tak layak untuk dimiliki dengan pertimbangan tidak memiliki logo dan merk yang biasaya lazim tertera dibatang sepeda. Maklumlah zaman sekarang kalau tak jelas silsilah dan keturunan, alamat sepeda awak tak akan dilirik orang apa lagi dipandang, bisa-bisa sepeda kita dikatain bekas becak barang...!!! ada-ada saja..!!!

Dengan gaya yang khas Kak Ramlah menerangkan kepada pemilik sepeda bahwa barang buruan ini tidak jadi dibeli dengan alasan merk dan logo sepeda tidak ditemukan. Sementara kami mengangguk-anggukkan kepala saja pertanda sependapat dengan yang dikatannya. Pemilik sepeda juga tidak mau ketinggalan menganggukan kepala mengikuti ritme yang kami ciptakan bersama sebagai pernyataan memaklumi alasan dan pertimbangan dari Kak Ramlah. Kami permisi kepada tuan rumah dan melanjutkan perjalanan menuju Pinangsori.

Menuju Pinangsori tepatnya di Albion kami singgah sebentar ke rumah kerabat Pak Amir. Menurut info dari Ibu Amir ada sepeda yang mau dijual oleh kerabatnya itu. Setelah ditanya pemilik sepeda ternyata bangkai sepeda sudah dijual ke tukang butut, malah dua unit. Sungguh sangat menyedihkan penjualan sepeda yang tidak direncanakan

Disepanjang perjalan kami mulai atraktif memainkan bola mata, laksana penari Bali yang mendelikkan mata mengikuti gendang, biji mata ini tidak henti memperhatian setiap jengkal bumi yang dilewati. Tiap rumah orang diperhatikan, juga bengkel-bengkel sepeda tak luput dari intaian pandangan, mana tahu ada rezeki ketemu pandang dengan sepeda buruan.

Di daerah Lumut sebelum jembatan (daerah lubuk larangan) menuju Sibabangun Kak Ramlah menghubungi aku melalui HP, “barusan aja kita lewati sepeda di depan rumah orang, apa diperhatikan tadi.” Kak Ramlah rupanya melihat juga sepeda unto yang terpampang di depan rumah orang yang kami lewati, sebenarnya saya dan Pak Amir serta Bu’Amir juga lagi membicarakan objek yang baru terlewatkan.

“Nanti aja Kak, kita singgahi’ jawabku menyarakan, dengan pertimbangan kenderaan kami telah melesat kencang jadi tidak mungkin lagi mundur kebelakang.

Menjadi penumpang di kenderaan merupakan aktifitas yang menyenangkan karena bisa melirik ke kiri dan ke kanan menikmati pemandangan, tak terasa mobil sudah sampai di Sibabangun, kenderaan kami mengarah ke kiri melewati jalan berbelok dan mendaki tanjakan. Kondisi jalan yang dilewati cukup lumayan bagus karena sudah diaspal kendati tidak terlalu nyaman. Di kiri kanan jalan masih terhampar hutan pegunungan dan perkebunan karet yang menawan, jurang dalam menganga memberi pemandangan mengerikan sehingga harus ekstra hati-hati membawa kenderaan kalau tak mau menjadi korban.

Setelah melewati jalan lebih kurang 3 KM, kami sampai di Desa Suka Laju Sibabangun. Tampak sebuah rumah yang sederhana dan lingkungan nyaman dari kejauhan. Pemilik rumah itu adalah Pak Bahar dan Istri, demikian Pak Amir memperkenalkan kepada kami. Senyum ramah dari tuan rumah menambah akraban yang baru saja terjalin. Kami istrahat dirumah Pak Bahar, sambil menikmati air kelapa muda yang baru saja diturunkan dari batangnya. Kolam yang luas terhampar dibelah kiri halaman rumah itu, Bang Monarizal dan Pak Amir ternyata membawa pancing dan peralatannya, segera saja mereka melancarkan aksinya. Acara berburu sepeda tua ini semakin seru dengan selingan memancing ikan di kolam, sangat mengasyikkan.

Setelah berbincang cukup panjang lebar, kembali kami mendapat informasi dari Pak Bahar, tetangga rumahnya juga memiliki sepeda tua yang tidak dipakai lagi dan bila berminat beliau bersedia membawa kami ke tempat sepeda dimaksud. Melalui perundingan yang singkat diambil kesimpulan yang melihat sepeda adalah Saya dan Pak Amir. Bang Monarizal, Iwan, Kak Ramlah dan Bu’Amir tetap tinggal di lokasi dengan pertimbangan sepeda yang diburu tidak lagi memiliki merk dan logo.

Kami bertiga segera mengayuhkan langkah menuju rumah yang terletak lebih kurang 75 meter dari rumah Pak Bahar. Di rumah itu Pak Bahar memperkenalkan kami kepada tuan rumah, dan seperti yang biasa-biasanya tuan rumah dengan senang hati mempersilahkan kami masuk ke kediamannya.


Sepeda warna hitam tergantung di dinding dapur ikat dengan ikatan yang kokoh. Dari tata letaknya terlihat jelas bahwa sepeda itu setiap hari terkena panas serta asap seperti ikan lele sale dari api kompor yang menyala dibawahnya, malah pada saat kami melihat sepeda itu masih teronggok nasi goreng di atas kuali dengan sedikit api yang menyala, tepat dibawah sepeda tua itu tergantung. Sungguh tampilan yang menggelikan untuk pandangan mata, menu sepeda campur nasi goreng pikirku.



Nasib sepeda ini lebih memilukan lagi, tidak memiliki roda sebagai mana lazimnya. Mungkin rodanya sudah dijual ke pasar loak karena yang punya lagi butuh duit alias BU, sehingga tak beroda. Hanya tersisa batang besi yang menyatakan bahwa ini adalah sepeda dulunya, rantai yang menjulur tak beraturan, sadel yang aduhai, ditambah dengan sayap depan yang sudah karatan dan lebih karatan lagi dibandingkan dengan sepeda yang sudah diceritakan sebelumnya.

Pak Amir juga ternyata teliti memperhatikan setiap sudut dan sisi dari sepeda malang itu, tak ada bagian yang ketinggalan dari amatan dan lirikan. Mulai dari stang yang karatan, batang yang keropos hingga sayap yang berlobang-lobong diberi penilaian oleh Pak Amir. Warna hitam yang buram dan piringan rantai yang tersisa memperlihatkan beban yang berat yang telah diperankan sepeda ini, menurut info sepeda ini membawa beban karet dari perkebunan dulunya waktu zaman tempo doeloe. Sepeda ini memiliki cacat yang tak tertutupi dilihat dari bodynya. Bekas las kasar di salah satu tuas menandakan bahwa sepeda ini sudah tidak asyik lagi untuk dijadikan barang koleksi untuk dibawa berjalan-jalan. Bisa-bisa patah pula nantinya saat dibawa untuk unjuk kekuatan di tanah lapang, maksud hati mau jadi perhatian karena uniknya sepeda tua ,akhirnya jadi perhatian karena orang tua ketahuan memikul sepeda tua yang sudah ketuaan....!!!

.”..he...he...he.ee..e “

“bikin malu aja sepeda nich...!!!”

Menjelang jam 16.00 Wib, hari mulai tampak mendung, mungkin hujan akan segera turun. Akhirnya karena hari sudah menjelang petang kami sepakat untuk pulang kembali ke Sibolga, dan permisi kepada Pak Bahar sambil mengucapkan terima kasih.Perburuan sepeda diakhri dengan acara makan bersama di rumah makan di Pantai Indah Kalangan.

Wah......!!! ternyata cari sepeda tua sukar juga ya...apa ada tau info harga sepeda tua, dan bagaimana ciri-cirinya klasiknya....? trus kalau kita cari sepeda tua apa memang harus ada merknya ya, tertulis di sepeda itu agar badan kita sehat ???? !!! tolong kasih info....yach.....”

April 2008

Label:

Minggu, April 13, 2008

Air Siap Minum



Tiga bocah imut beriring berjalan, mereka terdiri dari seorang anak laki-laki dan dua orang wanita. Anak laki-laki tersebut mengenakan pakaian seragam olah raga plus ditambah tas ransel warna hitam yang tersandang dipundak, sedangkan kedua bocah wanita tersebut selain mengenakan seragam olah raga juga menyadang tas warna merah darah dan seorangnya lagi tas warna merah jambu. Tampak wajah mereka kelihatan letih kuyu karena kepanasan disiram terik cahaya matahari sepanjang perjalanan, rupanya mereka baru pulang sekolah siang itu.Tampak dahaga yang tak tertahankan terpancar dari wajah ketiga anak kecil itu.

Tiba-tiba langkah kecil mereka terhenti tepat depan sebuah bangunan baru yang tampak aneh menurut pandangan mereka. Tepatnya di sekitaran Lapangan Simaremare depan Kantor Walikota Sibolga, di salah satu sudut persimpangan jalan berdiri sebuah bangunan terbuat dari konstrusi besi. Tiang-tiangnya berwarna keemasan menjulang setinggi sekita 2,5 meter ke atas. Tiang itu berjumlah sekitar 6 batang. Bangunan itu tidak memiliki dinding hanya dihubungkan besi-besi yang melintang diantara tiang-tiang yang berdiri kokoh. Bila dilihat dari segala sudut pandang, bangunan itu tampak dari segala arah. Atap warna biru terbuat dari fiber plastik menambah anggun kontruksi bangunan itu.

Di dalam bangunan itu ada kotak warna merah muda dan tinggi salah satu sisi hampir mencapai atap langit-langit bangunan tersebut, tampak juga tertulis logo PDAM Sibolga. Di sisi kotak warna merah muda itu terdapat sebuah keramik mirip termpat cuci tangan dan terjulur sebuah keran air.

Penasaran dengan pemandangan yang dilihat, ketiga bocah itu segera bergegas mendekati bangunan aneh tersebut. Kedua bocah wanita tampak berpose bersama menghadap kamera, bocah lelaki kecil berdiri tegak sambil memegang pinggang ibarat gaya seorang lelaki play boy tingkat dunia memperhatikan kedua rekannya yang lagi bergaya di cat walk.

Dengan antusias mereka mendekati bangunan tersebut.Tangan-tangan mungil mereka mulai bergerilya menikmati dan mengelus apa yang terlihat di bangunan itu . Keran air mereka putar, kadang kiri kadang ke kanan. Tiba-tiba dari kran tersebut keluar air, prot.....prot....crot... air dengan deras keluar menambah kekagetan. Mereka bertepuk tangan kegirangan seperti mendapat oase di padang pasir yang tandus.

Sambil bernyanyi mereka bertiga tampak kompak menjulurkan tangan ke kran air tersebut. Gerakan-gerakan mereka tampak seperti bintang iklan sabun lifebouy menjaga kesehatan tubuh. Mereka terlihat membasuh tangan dengan air yang baru saja keluar dari kotak ajaib tersebut. Selesai membasuh tangan, mereka tampak juga membasuh wajah dengan kedua telapak tangan di kran air. Mereka bersorak gembira menemukan permainan baru di siang terik itu.

Bocah lelaki yang menyandang tas warna hitam mendongakkan kepala melihat papan di atas kepalanya. Bocah lelaki itu membaca dengan terbata-bata tulisan di plank papan yang tergantung dibangungan itu. Ia mulai mengeja dan berkata “Aaaaa.iii...rrr Siiiaa..p Mmmi...iiiiinnum”. Jidatnya berkerut seolah memikirkan sesuatu sambil memperhatikan kedua temannya.

Bocah perempuan kecil yang menyandang tas warna merah muda dan memegang es campur ditangannya tersenyum kecut memandang anak laki-laki tersebut sambil terkata “Beak bana Ang mambaco sajo indak tau , itu tulisannya AIR SIAP MINUM !...” teriaknya dengan tegas dan lantang. Sesaat kemudiaan tampak gadis kecil itu terlihat ibarat guru di depan kelas menerangkan arti tulisan AIR SIAP MINUM kepada kedua rekannya dan kedua rekannya mendengarkan dengan serius sambil mengangguk-anggukkan kepala.

Setelah mengerti pengarahan dari rekannya, bocah lelaki tersebut dengan lantang berkata “Aku akan katakan kepada ayahku, umakku, tanteku, nenekku dan oppungku kalo di Sibolga ini ada air ajaib, tidak pelu dimasak langsung diminum seperti air aqua botol yang dijual di Swalayan Aido”.

Tak mau ketinggalan dengan temannya, anak kecil yang menyandang tas warna merah darah berkata dan menyahut “Aku juga akan bilang pada dunia agar mereka tahu bahwa di Sibolga air PDAM di Lapangan Simaremare bisa langsung sedot dari kerannya, asyik.............!!!!!!. Terima kasih bapak pemimpin kota ini “

Tak lama kemudian ketiga bocah tersebut berlari-lari kecil menjauhi oase dengan wajah yang berseri-seri ibarat menjadi juara ratu sejagat melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka masing-masing. Tiada lagi terlihat keletihan dari wajah mereka tapi yang terpancar adalah senyum manis dari bocah-bocah lugu yang akan menceritakan penemuan “AIR SIAP MINUM” kepada orang-orang yang mereka rencanakan.


April 2008

Apakah rekan-rekan sudah pernah mencicipi hidangan :" AIR SIAP MINUM ????" bagaimana rasanya...ayoo...beri komentar ya...!!!!


Label: