Senin, Juli 21, 2008

Sepeda : Segar Bugar

Sabtu 19 Juli 2008 sejak subuh dini hari hujan deras terus membasahi tanah di Teluk Tapian Nauli. Dijadwalkan pagi ini akan dilaksanakan acara bersepeda ontel ke rumah rekan kami yang bernama Tua. Sejak jam 05.30.00 Wib kami mulai saling SMS-an untuk memastikan acara bersepeda gaek pagi ini tetap dilanjutkan, cuma waktu keberangkatannya saja yang di tunda. Do’a yang dipanjatkan oleh para onhtelis akhirnya terkabul, hujan reda juga.

Sebanyak 8 (delapan) orang ontelis Kota Sibolga yakni : Amir Hamzah, Zulfahri (teropongkaca.com), Donal, Julianus, Dian_naid, Rio, Iwan_Kantin, Putra Lubis mulai berangkat sekitar jam 11.00 Wib. Titik kumpul keberangkatan adalah rumah Bapak Amir Hamzah yang juga didaulat sebagai ketua rombongan kali ini. Setelah menjalani rute sekitar 10 KM kami sampai di rumah sahabat kami yang bernama Tua (bukan sepeda tua maksudnya tapi kami memanggilnya demikian). Suasana alam pedesaan langsung terpancar dari sekitar kediaman tersebut. Sangat mudah dijumpai kerbau, burung bangau, bebek, angsa di hamparan sawah yang membentang luas di permadani alam itu.



Wandi_Sang Pengagum ternyata telah tiba di kediaman Tua dengan mengendarai sepeda ontel modern (sepeda motor). Onthelis disambut oleh sahabat kami Tua dan Istri (Sri). Sesampainya di kediaman Tua yang asri dan nyaman ternyata para onthelis mulai aktifitas masing-masing. Beberapa ekor ayam langsung dipenggal lehernya untuk dijadikan santapan siang itu. Kayu arang mulai dinyalakan sebagai persiapan pembakar ayam yang akan disajikan. Istri Pak Tua (bernama Sri) juga sibuk di dapur membersiapkan bumbu terbaik dan terlezat. Canda dan tawa keakraban tercipta dalam susana harmonis sesama penggemar sepeda tua di Pantai Barat Sumatera ini.



Sesuai dengan koridornya matahari siang telah tepat diubun-ubun, perut mulai mengalunkan musik alam sebagai tanda sudah keroncongan. Dengan sigap dan tangkas 12 (dua belas) ekor ayam panggang yang telah diracik dengan bumbu istimewa menjadi hidangan kebesaran siang itu. Hidangan ayam bakar disikat habis oleh semua rekan-rekan. Dampak nyata yang langsung dirasakan adalah keringat yang bercucuran pertanda perut sudah nyaman. Hidangan air kelapa muda juga menjadi minuman andalan kali ini, sedap nian rasanya...!!!

Jalanan di kaki gugusan pegunungan Bukit Barisan adalah rute alam yang lalui dalam bersepeda ontel kali ini. Jalanan menanjak tinggi, juga jalan menurun curam menjadi menjadi lintasan mengasyikan dan tantangan yang mendebarkan, resikonya bisa-bisa bibir kita mencium tanah karena jatuh dari sepeda kalau tidak hati-hati. Keamanan bersepeda perlu diperhatikan.





Gunung Batubatara bila diperhatikan dari kejauhan terlihat sepeti susunan istana para raja-raja. Struktur batu kapur berwarna putih seolah memancarkan magnetnya mendorong onthelis menyempatkan diri untuk mengabadikan lokasi ini. Dengan latar belakang gunung Batubatara serta aliran sungai Sipansipahoras, jiwa-jiwa ontelis kembali memancarkan senyuman.






Menyebarangi sungai Sipan Sipahoras yang membentang luas adalah aktifitas yang sangat dirindukan. Sepatu ditenteng, ujung celana pancang dilipat, merupakan siasat jitu agar tidak basah kuyup dari percikan air yang mengalir.Aliran darah ontehis langsung bergejolak begitu kaki mencecahkan di air Sungai Sipan Sihaporas. “Segar Bugar ...!!!”








Tawa, Canda, kekaraban dan solidaritas yang tinggi adalah hal yang selalu didapat dalam bersepeda onta. Suasana ini selulu menghinggapi jiwa dalam setiap acara bersepeda tua. Sepeda tua obat mujarab untuk selalu “Segar Bugar...!!!”

Label:

0 Komentar:

Posting sebuah Komentar

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Halaman Muka